of 21

Laporan Praktikum Fisika Dasar Pengukuran Dasar Pada Benda Padat

0 views21 pages

Download

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Laporan Praktikum Fisika Dasar Pengukuran Dasar Pada Benda Padat
  LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR PENGUKURAN DASAR PADA BENDA PADAT Disusun Oleh : 1.   Fauzan Dzaki Andrian (065119165) 2.   Galang Hanafi (065119164) 3.   Muhammad Achyar Maulana (065119151) 4.   Mochamad Arifin Jaya Sumpena (065119155) Kelas : 1F Tanggal Praktikum : 3 Oktober 2019 Asisten Praktikum : 1.   Anggun A. Sulis S.Si 2.   Isleni Asrin Kashinah 3.    Nurma Angeliani K.Si 4.   Suci Putri Utami 5.   Yosef Eko Lesmana LABORATORIUM FISIKA DASAR PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2019   2 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga laporan ini bisa disusun dengan baik dan rapi. Kami berharap semoga laporan ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.  Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya laporan selanjutnya yang lebih baik lagi. Bogor, 07 Oktober 2019   3 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………  1 KATA PENGANTAR  ……………………………………… .. …………………  2 DAFTAR ISI ……………………………………………… ... …………………..  3 BAB I PENDAHULUAN   …….…………………………………… .. …………. 4 1.1 Tujuan Praktikum …………………………………………………… 4 1.2 Dasar Teori …………………………………………………………. 4 BAB II ALAT DAN BAHAN …………………………………..……………… 7 2.1 Alat …………………………………….……………..………….….. 7 2.2 Bahan …………………………..…………….…..………………….. 7   BAB III METODE PERCOBAAN   …………………………………………… 8 BAB IV DATA PENGAMATAN   ………………………..……………………. 9 4.1 Data Pengamatan …………………………………...……………….. 9 4.2 Perhitungan ………………………………………………………… 1 2 BAB V PEMBAHASAN   ……………………………………...………………. 1 4 BAB VI KESIMPULAN   …………………………………….………………… 17 DAFTAR PUSTAKA   ……………………………… ... ……………………….. 18   LAMPIRAN   ………………………………………..………………………….. 1 9   4 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Tujuan Praktikum 1.1.1   Mempelajari dan menggunakan alat-alat ukur 1.1.2   Menentukan volume dan massa jenis zat padat 1.1.3   Menggunakan teori ketidakpastian 1.2   Dasar teori Volume zat padat dapat ditentukan dari pengukuran dimensi, jika  bentuknya beraturan, (misalnya dengan megukur panjang, lebar, tinggi, diameter dan sebagainya). Jika kita tidak ingin menggunakan prinsip archimides, yaitu dengan mencelupkan zat padat diluar zat cair yang diketahui massa jenisnya. Dengan menimbang zat padat diluar zat cair dan didalam zat cair maka volume zat padat dapat ditentukan. Massa jenis zat  padat ditentukan dari volume dan zat padat tersebut. Dasar Teori Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai besaran (besar) dan satuan. Sedangkan satuan adalah sesuatu yang dapat digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Satuan Internasional (SI) merupakan satuan hasil konferensi para ilmuwan di Paris, yang membahas tentang berat dan ukuran. Berdasarkan satuannya  besaran dibedakan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok bersifat bebas, artinya tidak bergantung pada  besaran pokok yang lain. Dimensi suatu besaran adalah cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya. Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisan dimensi dari suatu besaran dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi.   5 Alat yang digunakan dalam pengukuran : a.   Jangka sorong Jangka sorong mempunyai dua rahang dan satu penduga. Rahang dalam digunakan untuk mengukur diameter dalam benda. Rahang luar untuk mengukur diameter luar benda. Sedangkan penduga digunakan untuk mengukur kedalaman. Skala utama pada jangka sorong memiliki skala dalam cm dan mm. Sedangkan skala nonius pada jangka sorong memiliki panjang 9 mm dan di bagi dalam 10 skala, sehingga beda satu skala nonius dengan satu skala pada skala utama adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Jadi, skala terkecil pada jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.  b.   Mikrometer Skrup Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur panjang benda yang memiliki ukuran maksimum sekitar 2,50 cm, Benda yang akan diukur  panjangnya dijepit diantara bagian A dan B. Untuk menggerakan  bagian B anda harus memutar sekrup bagian C. Pada micrometer sekrup dalam 0,5 mm pada skala utama terbagi atas 50 skala putar, dan pada setiap penunjukan tidak selalu terdapat skala utama yang berimpit dengan skala putar. c.    Neraca Teknis Massa benda menyatakan banyaknya zat yang terdapat dalam suatu  benda. Massa tiap benda selalu sama dimana pun benda tersebut berada. Satuan SI untuk massa adalah kilogram (kg).Alat untuk mengukur massa disebut neraca. Ada beberapa jenis neraca, antara lain, neraca ohauss, neraca lengan, neraca langkan, neraca pasar, neraca tekan, neraca badan, dan neraca elektronik. Setiap neraca memiliki spesifikasi  penggunaan yang berbeda-beda.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks