Concepts & Trends

TINJAUAN LITERATUR: PERSEPSI TENTANG JENIS DATA, SKALA DATA DAN HUBUNGANNYA DENGAN TEKNIK PEMBERIAN SKOR TES

Description
Abstrak. Sumber-sumber bacaan tentang statistika sudah banyak yang diterbitkan baik dalam bahasa asing maupun dalam bahasa Indonesia dengan pengarang yang berbeda-berbeda. bagi pembaca ketika mencerna hasil bacaan dari suatu sumber akan menimbulkan
Published
of 8
3
Published
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Share
Transcript
  TINJAUAN LITERATUR: PERSEPSI TENTANG JENIS DATA, SKALA DATA DAN HUBUNGANNYA DENGAN TEKNIK PEMBERIAN SKOR TES Hendra Kartika  Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang,  Jln. H.S. Ronggowaluyo Telukjambe, Karawang-Jawa Barat 41361 hend@scientist.com   Abstrak. Sumber-sumber bacaan tentang statistika sudah banyak yang diterbitkan baik dalam bahasa asing maupun dalam bahasa Indonesia dengan pengarang yang berbeda-berbeda. bagi pembaca ketika mencerna hasil bacaan dari suatu sumber akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Perbedaan makna dari hasil bacaan ini tentu akan menimbulkan pertentangan dan perdebatan.Dalam tulisan ini, penulis mencoba memaknai hasil bacaan statistika yang dilakukan penulis tentang jenis data, skala data dan hubungannya dengan teknik pemberian skor tes dari segi kajian literatur. Tujuannya adalah untuk mendapatkan respons dan menyamakan persepsi dikalangan peneliti, khususnya di kalangan para peneliti pendidikan. Kata kunci. Statistika, jenis data, skala data, skor tes. I.   PENDAHULUAN  Sumber-sumber bacaan tentang statistika sudah banyak yang diterbitkan  baik dalam bahasa asing maupun dalam bahasa Indonesia dengan pengarang yang  berbeda-berbeda. Ketersediaan sumber bacaan yang melimpah ini tentu perlu diapresiasi, hal ini berarti budaya menulis dikalangan akademik maupun peneliti sudah sangat tinggi.  Namun, bagi pembaca ketika mencerna hasil bacaan dari suatu sumber akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Pembaca satu memaknai hasil  bacaan dengan konsep a  sedangkan pembaca yang lain memaknai hasil bacaan dengan konsep b . Perbedaan makna dari hasil bacaan ini tentu akan menimbulkan  pertentangan dan perdebatan. Terlebih jika pemaknaan ini digunakan untuk  penelitian, tentu peneliti yang satu dengan peneliti yang lain akan menggunakan alat penelitian yang berbeda. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memaknai hasil bacaan statistika tentang jenis data, skala data dan hubungannya dengan teknik pemberian skor tes JMP : Volume 6 Nomor 2, Desember 2014, hal. 97 - 104  yang dilakukan penulis dari segi kajian literatur. Tujuannya adalah untuk mendapatkan respons dan menyamakan persepsi dikalangan peneliti, khususnya di kalangan para peneliti pendidikan. II.   METODE PENELITIAN 1.   Jenis Data Data dapat dibedakan dalam beberapa golongan tergantung dari sudut mana memandangnya. Berikut ini akan dibahas beberapa jenis data yaitu: 1.1.   Bentuk skor Data berdasarkan sifat angka atau skor dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu data diskrit dan data kontinu. Data diskrit sesuai dengan namanya memiliki ciri yang terpisah-pisah antara angka (bilangan) yang satu dengan angka yang terdekat lainnya atau data yang tidak berbentuk  pecahan. Contoh data diskrit yaitu; jumlah siswa pada tiap-tiap kelas, banyaknya mobil yang lewat pada setiap menit, skor hasil ujian 3  –   4  –   5  –   6  –   7  –   8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada deret data dibawah ini: . . . . . . . . .  1 2 3 4 5 6 7 8 9 Data kontinu adalah data statistika yang angkanya merupakan deretan angka yang saling menyambung dari satu data ke data yang lainnya (kontinum). Untuk melihat memberikan gambaran secara visual dapat dilihat pada deretan angka berikut ini: 1 2 3 4 5 6 7 Contoh data kontinu yaitu, berat badan siswa SD kelas V adalah; 30,0 34,1 34,2 34,3 34,4 34,5 34,6 34,7 34,8 34,9 40,00 dan seterusnya. 2.   Skala Data Skala adalah suatu ciri pada besaran atau variabel yang memungkinkan untuk dinyatakan dengan bentuk bilangan. Skala biasa digunakan dalam bidang  pengukuran. Ada beberapa skala ukur antara lain; meter untuk jarak, detik untuk waktu, ampere untuk arus listrik, 0 dan 1 untuk menyatakan butir yang 98 Hendra Kartika  dijawab salah dan benar, 1 sampai10 pada ujian di SD, 1 sampai 5 untuk sikap. Stevens membagi skala ukur menjadi empat, yaitu; skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio. a.   Skala Nominal Skala nominal, adalah skala ukur yang memiliki ciri hanya membedakan. Misal nomor telepon 2019574 tidak ada bedanya dengan nomor telepon 2012173, nomor rumah 13 dengan nomor 91, nomor induk mahasiswa 0809981 tidak berbeda dengan nomor 0809918. Pengkodean yaitu laki-laki diberi kode 1, dan perempuan dengan kode 2. Dari beberapa contoh yang ada, skala nominal tidak membedakan satu nomor atau kode dengan yang lain berbeda makna, semua pasangan data adalah sama. b.   Skala Ordinal Skala ordinal, adalah skala data yang mempunyai ciri membedakan juga menunjukkan adanya peringkat. Misal juara pertama = 1, juara ke dua = 2, dan juara ke tiga = 3. Lulusan SD = 1, lulusan SMP = 2, Lulusan SMA = 3. Pada skala ordinal jarak diantara 1 ke 2 serta ke 2 ke 3 tidak harus sama  jaraknya, maka jarak diantara skala sama atau tidak sama. c.   Skala Interval Skala interval adalah skala data yang mempunyai ciri membedakan, menunjukkan peringkat dan berjarak sama. Misal temperatur 24ºC, 25ºC, 26ºC. Potensial - 2 volt, - 1 volt, 0 volt, 1 volt. Jarak diantara 24ºC, ke jarak 25ºC, sama dengan jarak 25º ke 26ºC dan tidak memiliki titik 0 mutlak. d.   Skala Rasio Skala rasio adalah skala data yang memiliki ciri; membedakan, menunjukkan peringkat, berjarak sama, dan memiliki titik 0 yang tulen atau mutlak. Misal banyaknya orang : 0 orang, 1 orang, 2 orang, 3 orang dan seterusnya 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tinjauan Literatur 99  Rasio 6 : 2 = 3, 8 : 2 = 4 hasil bagi tersebut adalah tetap tidak berubah. 3.   Teknik Pemberian Skor Membuat pedoman penskoran sangat diperlukan, terutama untuk soal bentuk uraian dalam tes domain kognitif supaya unsur subjektivitas dalam memberikan skor dapat diperkecil. 1.   Pemberian Skor Tes pada Domain Kognitif a.   Penskoran Soal Bentuk Pilihan Ganda Cara penskoran tes bentuk pilihan ganda ada tiga macam, yaitu:  pertama penskoran tanpa ada koreksi jawaban, penskoran ada koreksi  jawaban, dan penskoran dengan butir beda bobot. Dalam pembahasan ini hanya terbatas pada penskoran tanpa koreksi. 1)   Penskoran tanpa koreksi, yaitu penskoran dengan cara setiap butir soal yang dijawab benar mendapat nilai satu (tergantung dari bobot  butir soal), sehingga jumlah skor yang diperoleh peserta didik adalah dengan menghitung banyaknya butir soal yang dijawab  benar. Rumusnya sebagai berikut. 100   N  BSkor   (skala 0  –   100)  B  = banyaknya butir yang dijawab benar  N   = banyaknya butir soal Contohnya adalah sebagai berikut : Pada suatu soal tes ada 50 butir, Budi menjawab benar 25 butir, maka skor yang dicapai Budi adalah: 501005025  Skor    b.   Penskoran Soal Bentuk Uraian Objektif Pada bentuk soal uraian objektif, biasanya langkah-langkah mengerjakan dianggap sebagai indikator kompetensi para peserta didik. Oleh sebab itu, sebagai pedoman penskoran dalam soal bentuk uraian 100 Hendra Kartika  objektif adalah bagaimana langkah-langkah mengerjakan dapat dimunculkan atau dikuasai oleh peserta didik dalam lembar  jawabannya. Untuk membuat pedoman penskoran, sebaiknya dilihat kembali rencana kegiatan pembelajaran untuk mengidentifikasi indikator-indikator tersebut. Perhatikan contoh berikut. Indikator : peserta didik dapat menghitung isi bangun ruang (tabung) dan mengubah satuan ukurannya. Butir soal: Sebuah drum bensin berbentuk tabung dengan diameter 100 cm dan tinggi 70 cm. Berapa literkah isi drum bensin tersebut? (untuk menjawabnya tuliskan langkah-langkahnya!) Tabel 1. Pedoman Penskoran Soal objektif    Langkah Kunci Jawaban Skor 1 2 3 4 5 Diketahui: diameter tabung=100 cm; jari-jarinya  5010021  cm tinggi tabung=70 cm. 322 000.55070)50( 722 cmcmcmt r tabung  Isi      Isi drum bensin dalam liter: liter liter  5501000000.550   1 1 1 1 1 Skor Maksimum 5 III.   PEMBAHASAN Berdasarkan tinjauan pustaka diatas, dibahas beberapa pernyataan-pernyataan sebagai berikut: 1.   Pemerintah melalui Kemendiknas untuk mengukur hasil belajar siswa secara nasional membuat standar penilaian dengan mengadakan Ujian Tinjauan Literatur 101
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x