Software

Polyuria Pada Kasus Operasi Tumor Otak Anak

Description
Abstrak Poliuria pasca operasi bedah saraf sering terjadi pada massa otak di area hipotalamus-pituitari dengan sebab yang beragam. Resiko terjadinya poliuria pada operasi tumor otak dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko seperti jenis tumor,
Categories
Published
of 15
1
Categories
Published
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Share
Transcript
  Susilo R, Haq IBI, Wahyuhadi J. Polyuria pada kasus operasi tumor otak anak. Tatalaksana Poliuria Pada Anak Dalam Praktek Sehari Hari  , Ed 1. Rochmah N, Faizi M, Lestari S. Surabaya: Unit Kerja Endokrinologi Anak dan Remaja IDAI Cabang Jawa Timur, 2019. ISBN: 978-602-51534-7-1 Polyuria   pada   kasus   operasi   tumor   otak   anak   Rahadian Indarto Susilo.dr. SpBS (K), Irwan Barlian Immadel Haq dr. SpBS (K), DR. Joni Wahyuhadi dr. SpBS (K) Departemen Ilmu Bedah Saraf . FK UNAIR / RSUD Dr Soetomo. Surabaya Abstrak Poliuria pasca operasi bedah saraf sering terjadi pada massa otak di area hipotalamus - pituitari dengan sebab yang beragam. Resiko terjadinya poliuria pada operasi tumor otak dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko seperti jenis tumor, manipulasi saat pembedahan, kebocoran cairan serebrospinal (CSF) pasca operasi, dan komplikasi akibat operasi yang dekat dengan area hipotalamus - pituitari. Gangguan ini disebabkan terjadinya cedera secara anatomis pada pituitari yang mengganggu proses fisiologis dari metabolisme air. Penurunan hormon ADH akan menyebabkan suatu diabetes insipidus, sedangkan poliuria yang tidak melibatkan ADH dinamakan Cerebral Salt Wasting Syndrome (CSWS). Sindroma ini disebabkan gangguan saraf simpatis sehingga tidak berespon apabila diberikan vasopresin atau hormon anti diuretik eksternal. Diabetes insipidus sentral ditandai dengan poliuria hipotonik dimana pasien mengalami hipernatremia yang sering terjadi pada kasus kraniofaringoma atau kista ratkhe’s cleft  . Pada pasien dengan poliruia, perlu diwaspadai respon trifasik dengan gambaran poliuria yang mengalami perbaikan secara spontan dan terjadi poliuria permanen. Kata Kunci: Poliuria Pasca Operasi, Hipotalamus, Pituitari, Hormon ADH, Tumor Otak   PENYEBAB   DAN   FAKTOR   RESIKO   POLYURIA   PASKA   OPERASI   BEDAH   SARAF Poliuria paska operasi bedah saraf sering kali terjadi pada kaus massa patologis yang berada dekat area hypothalic  –  pituitary ( gambar   1  ). Kasus bedah saraf pada area ini meliputi : 1. Craniopharyngioma. Craniopraryngioma adalah tumor otak yang paling sering ditemukan pada anak dan remaja, mencapai 32 persen kasus tumor otak pada kelompok usia ini. 2. Rathke cleft cyst 3. Pituitary adenoma.  Susilo R, Haq IBI, Wahyuhadi J. Polyuria pada kasus operasi tumor otak anak. Tatalaksana Poliuria Pada Anak Dalam Praktek Sehari Hari  , Ed 1. Rochmah N, Faizi M, Lestari S. Surabaya: Unit Kerja Endokrinologi Anak dan Remaja IDAI Cabang Jawa Timur, 2019. ISBN: 978-602-51534-7-1 Pituitary adenoma adalah tumor otak tersering pada pasien dewasa, mencapai 16% dari seluruh kasus tumor otak dewasa 4. Meningioma di daerah supra sella 5. Kelainan vaskuler. 6. Proses infeksi Resiko terjadinya poliuria pada operasi tumor otak dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko, yaitu : 1. Jenis tumor : 1. craniopharyngioma dan rathke cleft cyst ( gambar   2  ) 2. makro / micro pituitary adenoma ( gambar   3 ) 3. Meningioma ( gambar   4  ) 2. Manipulasi saat pembedahan 1  Susilo R, Haq IBI, Wahyuhadi J. Polyuria pada kasus operasi tumor otak anak. Tatalaksana Poliuria Pada Anak Dalam Praktek Sehari Hari  , Ed 1. Rochmah N, Faizi M, Lestari S. Surabaya: Unit Kerja Endokrinologi Anak dan Remaja IDAI Cabang Jawa Timur, 2019. ISBN: 978-602-51534-7-1 3. Terjadinya kebocoran CSF paska operasi Gambar   1 . Anatomi hypothalamus dan kelenjar pituitary. Tumor di area tersebut akan menimbulkan penekanan pada struktur saraf dan pembuluh darah. Kelainan dan gangguan bisa terjadi sebelum operasi maupun paska opeasi akibat manipulasi struktur penting dan gangguan sirkulasi pembuluh darah yang mensuplai area penting tersebut. Gambar   2.  Ilustrasi kasus tumor craniopharyngioma yang menginfiltrasi pituitary stalk. Cranipharyngioma biasanya melekat erat pada pituitary stalk. Tujuan operasi craniopharyngima adalah  Susilo R, Haq IBI, Wahyuhadi J. Polyuria pada kasus operasi tumor otak anak. Tatalaksana Poliuria Pada Anak Dalam Praktek Sehari Hari  , Ed 1. Rochmah N, Faizi M, Lestari S. Surabaya: Unit Kerja Endokrinologi Anak dan Remaja IDAI Cabang Jawa Timur, 2019. ISBN: 978-602-51534-7-1 eksisi tumor semaksimal mungkin. Untuk mencapai tujuan tersebut seringkali terjadi manipulasi pada pituitary stalk dan tidak jarang berakibat cidera permanen pada fungsi pituitary stalk. Gambar   3.  Ilustrasi tumor meningioma. Tumor bersifat extraaxial ( bukan dari jaringan otak). Semakin besar ukuran tumor maka akan semakin menekan nervus optikus, pituitary stalk dan hypothalamus. Penekanan relatif mudah dipisahkan karena jaringan otak dan tumor masih terpisah oleh membran arachnoid.  Susilo R, Haq IBI, Wahyuhadi J. Polyuria pada kasus operasi tumor otak anak. Tatalaksana Poliuria Pada Anak Dalam Praktek Sehari Hari  , Ed 1. Rochmah N, Faizi M, Lestari S. Surabaya: Unit Kerja Endokrinologi Anak dan Remaja IDAI Cabang Jawa Timur, 2019. ISBN: 978-602-51534-7-1 Gambar   4.  Ilustrasi kasus tumor pituitary adenoma. Tumor in berasal dari anterior     pituitary    gland  . Gejala yang ditimbulkan tergantung pada sifat tumor, apakah termasuk tipe fungsional ( memproduksi hormone ) atau non fungsional ( tidak memproduksi hormone ). Pada tumor fungsional, gejala klinis terkait dengan jenis hormon yang diproduksi berlebihan. Pada jenis nonfungsional, gejala yang muncul terkait dengan efek massa tumor terhadap jaringan pituitary normal dan chiasma optikum Komplikasi tersering prosedur operasi tumor otak di dekat area hypothalamic pituitary adalah : 1. Hypopituitarism 2. Gangguan metabolisme air FISIOLOGI   METABOLISME   AIR HYPOTHALAMIC    -   PITUITARY    ENDOCRINE     AXIS Tumor yang berada di dekat area hypothalamic - pituitary berpotensi menimbulkan gangguan fungsi hypothalamic pituitary axis, baik sebelum operasi akibat efek penekanan tumor maupun paska operasi akibat manipulasi selama proses pembedahan. Secara umum fungsi hypothalamic pituitary axis dibagi menjadi 2 kelompok yaitu anterior pituitary yang mengatur sekresi ACTH, TSH, GH, LH , FSH dan Prolaktin serta posterior pituitary yang mengatur sekresi antidiuretic hormone (ADH) dan oxitosin ( gambar   5 )
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x