Services

KARYA ILMIAH PELUANG E-COMMERCE SEBAGAI MEDIA BISNIS DI ERA DIGITAL

Description
KARYA ILMIAH PELUANG E-COMMERCE SEBAGAI MEDIA BISNIS DI ERA DIGITAL
Categories
Published
of 9
13
Categories
Published
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Share
Transcript
  KARYA ILMIAH PELUANG E-COMMERCE SEBAGAI MEDIA BISNIS DI ERA DIGITAL Orlando Indra Fortuna Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia e-mail: orlandoindrafortuna@gmail.com  Abstract  In the digital age of the Internet can be utilized in all areas ranging from Education, health,  government, to business that will make it easier to do everything effectively and efficiently. The  Internet is now revolutionizing the way we do business, from small to medium-sized businesses to big businesses. With the use of internet as a business media then the public will get a more optimal profit. This is evident from the increasing online shopping statistics of the world community, asia, asia  pacific, until Indonesia itself the last 5 years have increased. In this study will explain how much the chances of Indonesian society if using internet as business media. Keyword : internet, opportunities, business, e-commerce 1.   PENDAHULUAN Bisnis merupakan suatu rangkaian usaha seseorang, kelompokm, maupun sebuah organisasi yang menawarkankan produk atau  jasa kepada costomer (pelanggan) yang  bertujuan untuk mendapatkan profit (keutungan) yang maksimal. Dengan kata lain  pebisnis harus dapat mempertahankan  produknya dengan baik dan bersaing dengan  baik yang nantinya akan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dalam beberapa dekade terakhir teknologi semakin pesat perkembangannya tidak hanya  perkembangan satu tahun atau dua tahun di era digital sekarang teknologi berkembang bisa mencapai perdetik setiap harinya, begitu  banyaknya perkembangan teknologi hampir tidak bisa kita bendung karena cepatnya  perkembangan teknologi tersebut. Diantara  perkembangan teknologi tersebut ada yang namanya internet, internet ini seperti jantung dari sebuah teknologi pada era digital sekarang tanpa internet semua informasi-informasi nanyinya akan susah untuk didapatkan. Hampir dari semua aspek kehidupan menggunakan internet seperti Pendidikan, kesehatan, militer, pemerintahan, hingga bisnis  pun sudah menggunakan internet di era digital ini. Mungkin kita sebagai masyarakat Indonesia tidak asing lagi malakukan bisnis dengan  jaringan internet yang memalui media elektronik seperti handphone,laptop, tablet dan lain-lain yang kita kenal sebagai e-comerce. Jika kita defenisikan e-comerce itu adalah suatu kegiatan bisnis yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau sebuah organisasi memalui media elektronik yang menggunakan jaringan internet sebagai bentuk transaksi yang di lakukan dalam bisnis tersebut. Dengan menggunakan e-comerce ini pihak  penjual dan pembeli tidak harus saling tatap muka satu sama lain karena dengan adanya e-comerce ini pelanggan bisa melihat barang yang diinginkan memalui media elektronik  yang ia miliki. Dan proses admistrasipun dilakukan secara online dengan membutuhkan waktu yang relative singkat dan dari kedua  belah pihak ini dapat memudahkan transaksi. Pada faktanya di era digital sekarang para  pelaku bisnis mekakukan kegiatan bisnisnya dengan menggunakan e-comerce, tidak hanya menjual produk saja tetapi pelaku bisnis dapat sekaligus mempromosikan , meningkatkan, dan memanfaatkan informasi-informasi dari  pelanggan terhadap daya jual produk mereka sehingga dapat memperluas peluang bisnis. Dengan fleksibelnya e-comerse ini maka masalah-masalah yang ada dalam kegiatan  bisnis akan mudah untuk di pecahkan, sehingga pelaku bisnis dapat mengingkatkan  profit dengan maksimal. 2.   METODE Penulisan makalah penyajian ilmiah ini dengan sistematis sesuai dengan kaidah  penulisan karya ilmiah seperti makalah ilmiah, skripsi dan lain-lain yang baku. Penulisan menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan  bahasa Indonesia yang baik dan benar.   Metode pengumpulan data yang digunakan  peneliti adalah : 2.1.   Metode Pengumpulan Data Sekunder Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua).Data sekunder dapat diperoleh dari  berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain. Data sekunder juga data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek  penelitian. Data di kumpulkan melalui media sosial yang terpercaya yang hasilnya akan diolah. Diantara data tersebut ada beberapa statistik perkembangan internet serta. Sehingga metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi. Metode dokumentasi adalah metode  pengumpulan data yang diperlukan dengan cara mempelajari dan mengutip pustaka- pustaka baik dari buku, jurnal maupun dari sumber lain yang ada hubungannya dengan  perkembangan usaha kecil menengah. 3.   HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 stategi e-commerce untuk bisnis e-comerce merupakan suatu bisnis yang dilakukan seseorang memalui media elektronik yang mana jaringan internet sebagai komunikasi utama antara kedua belah pihak, Fuadi (2005). E-comerce juda dapat di defenisikan sebagai suatu transaski bisnis yang dilakukan secara online memalui jaringan internet yang mana ada penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi bisnis dan penukaran barang. Whinstone (1997) juga mendefenisikan E-commerce adalah salah satu set yang utuh dan dinamis teknologi, aplikasi,proses, dan informasi bisnis yang menghubungkan  perusahaan, konsumen dan komunitas atau  penjual dan pembeli tertentu melalui transaksi elektronik dan pedagang barang pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik yang meggunakan jaringan internet. E-commerce dari beberapa perspektif sebagai  berikut: 1.   Dari aspek proses bisnis : E-commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan yang menggunakan jaringan internet. 2.   Dari aspek komunitas : E-commerce adalah pengiriman informasi, produk layanan atau pembayaran melalui via telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya yang menggunakan jaringan internet. 3.   Dari aspek online: E-commerce  berhubungan dengan kapasitas jual  beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya. 4.   Dari aspek layanan : E-commerce adalah satu alat yang memenuhi keinginan atau kebutuhan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost ketika  meningkatkan kualitas mutu barang dan ketepatan pelayanan yang baik. E-commerce memiliki dua macam kategori diantaranya bisnis to bisnis (b2b) dan bisnis to costomer (b2c trail). Pada bisnis to bisnis (b2b) ini biasanya transaksi memalui internet yang di lakukan oleh dua perusahaan atau lebih. Contoh cara kerja bisnis to bisnis adalah : 1.   Trading partner atau yang biasa kita sebut dengan pertner bisnis atau rekan  perdagangan, dengan adanya partner bisnis ini maka setiap partner bisnis ini akan saling membagi suatu informasi satu sama lain. Biasanya paertner bisnis ini sudah memiliki hubungan yang sudah cukup lama satu sam lain. Informasi yang di  pertukarkan dengan sesama pertner ini karena sudah mengenal lawan komunikasinya satu sama lain, data disusun dan kemudian diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan masing-masing. 2.   Pertukaran data, data yang deberikan terus menerus yang dilakukan secara berkala, contohnya setiap waktu yang sudah di sepekati satu sama lain. Maka service terhadap pelanggan sudah ada bentuknya sesuai dengan yang disepakati Bersama yang nantinya akan mempermudah  penukaran data dengan standar yang sama. 3.   Ketika suatu perusahaan telah mendapatkan data lebih cepat maka si perusahaan ini bisa melakukan tidak perlu menunggu pertner  perusahaanya untuk sama-sama mngerimkan infomasi atau data yang diperlukan. 4.   Model umum yang biasa digunakan adalah  peer to peer, peer to peer adalah dimana setiap perusahaan bisa berbagi informasi satu sama lain seperti berbagi, mencari dan mengunduh berkas informasi yanga ada. dimana processing intelligence dapat didistribusikan pada kedua pelaku bisnis ini. Sementara itu Business to Consumer adalah transaksi jual beli yang dilakukan melalui  jaringan internet antara penjual barang konsumsi dengan konsumen barang. a. Servis ini yang biasa digunakan bersifat umum dengan mekanisme yang dapat digunakan dan diakses oleh kebanyakan masyarakat luas. Contoh, aplikasi-aplikasi online yang dapat di unduh dan sistem web yang diperuntukan untuk masyarakat dan  pengaksesanya digunakan oleh masyarakat secara gratis.  b. Pendekatan client atau server sering digunakan untuk asumsi seperti client (consumer) yang menggunakan sistem yang minimal berbasis web dan processing (business procedure) diletakkan pada sisi server ada. Biasanya dalam Business to Consumer umumnya posisi konsumen tidak begitu sekuat  perusahaan dan dapat menimbulkan beberapa  persoalan dan masalah yang menimbulkan  para konsumen sedikit hati-hati dalam melakukan atau menjalankan transaksi lewat Internet ini. Permasalahan tersebut antara lain menyangkut masalah mekanisme atau teknis  pembayaran dan jaminan keamanan yang diberikan kepada konsumen dalam  bertransaksi. Contoh : seperti adanya  pembajakan kartu kredit dari consumer. Sedangkan dampak yang dihadapi dari  pemanfaatan E-Commerce ini, diantaranya, E-Commerce pada awalnya bergerak dalam  bidang retail. seperti perdagangan CD atau  buku lewat situs dalam Word Wide Web ( W W W ) yang sudah ada, retail adalah pedagang yang menjual hasil dagangannya dalam sekala kecil langsung pada konsumen untuk  penggunakan akhir dari produk. tapi saat ini E  –  Commerce telah melangkah jauh menjangkau aktifitas-aktifitas dibidang  perbankan dan jasa asuransi dan masih banyak lagi perkembangannya di tahun 2017 ini. Pada umumnya E-Commerce ini dapat dipahami sebagai transaksi perdagangan baik barang dan  jasa lewat media elektronik dan jaringan internet. Persoalaan jaminan keamanan dalam E-Commerce pada dasarnya manyangkut keamanan data kartu kredit konsumen dan keakuratan barang yang dipesan oleh konsumen serta harganya, sehingga dalam hal ini yang dirugikan bisa penjual maupun konsumen (pembeli). contohnya di  khawatirkan tidak ada alamat si penjual sehingga bila tidak cocok, kemana barang tersebut dikembalikan? demikian juga belum tentu alamat pengirim barang tersebut adalah orang yang memiliki data kartu kredit itu sendiri. Kemudian pengaturan pajak merupakan masalah yang tidak mudah untuk diterapkan dalam bartransaksi E  –  Commerce tersebut diantaranya baik penjual maupun konsumen sama-sama sulit dilaksanakan secara fisik (tatap muka), disamping itu masing-masing negara juga berbeda dalam masalah penerapan atau perhitungan pajak suatu barang karena setiap negara berbeda  beda harga pajak yang dihitung. Beberapa negara dengan tarif pajak tertinggi Denmark: 55,56 persen Spanyol: 52 persen Jepang: 50,84 persen Portugal: 48 persen Inggris: 45 persen Papua Nugini: 42 persen Sumber : Tempo.com   3.2 Pemanfaatan E-commerce Adanya pemasaran melalui internet dan marketing, selain memberikan kemudahan kepada para pelaku usaha untuk memalukan memasarkan produknya, juga memberikan  beberapa manfaat lain yang dapat menguntungkan perusahaan itu sendiri. Dengan semakin berkembang dan pesatnya teknologi berbasis internet saat ini maka  peluang bagi masyarakat Indonesia untuk mengadopsi yang mendukung implementasi E-commerce di Indonesia akan semakin mudah dan relatif tidak terlalu mahal. Beberapa keuntungan dari penggunaan e-comerce sebagai media bisnis 1.   Informasi sudah sangat berkempang di era digital sekarang, dengan adanya e-comerce ini semua informasi yang di perlukan bisa didapatkan dengan mudah, ada beberapa  penelitian mengungkapkan 90% pebisnis mencari infirmasi dan melakukan riset menggunakan internet. 2.   Di e-comerce ini yang di lakukan menggunakan jaringan internet pengiklanan sangatlah mudah bahkan kita sebagai  pelaku bisnis tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk mengiklankan  produk kita bahkan ada beberapa  pengiklanan yang tidak memerlukan uang sama sekali. Jadi disetiap aplikasi yang ada sekarang seperti facebook, Instagram, twitter bisa kita memalukan pengiklanan dan sekaligus kita dapat memfokuskan tarket pasar yang kita inginkan. 3.   Dengan adanya e-comerce ini maka kita sangat mudah melakukan atau menganalisa competitor yang ada. Sebuah penelitoian di skandinavia mebngungkapkan bahwa selain melihat informasi untuk analisa bisnis Analisa competitor juga berada di peringkat ke tiga dalam menganalisa bisnis. 4.   Dengan adanya e-comerce ini maka masyarakat yang ingin melakukan bisnis tidak perlu tergantung dengan keadaan harga diluar sana, maka dengan adanya e-comerce ini pebisnis dapat memperkirakan harga yang akan dikeluarkan sesuai dengan informasi dan analisa yang dia dapatkan tanpa harus terpaku dengan harga internasional. 5.   Dengan adanya e-comerce ini citra kita sebagai pebisnis akan mudah untuk didapatkan secara cepat, seperti seseorang masyarakat yang mau membeli produk kita maka setelah mendapatkan barang yang dia inginkan masyarakat dapat secara langsung memberikan feedback kepata kita tentyang informasi kualitas produk yang kita berikan disitu juga kita juga dapat sekaligus menganalisa informasi yang kita butuhkan dari masyarakat. 6.   Dengan adanya e-comerce ini kita dapat menjangkau pasar global, di e-comerce ini   persaingan sangat terbuka dan tanpa batas melakukan pengembangan usaha. 7.   Di e-comerce juga dapat memberikan keuntungan yang jelas seperti cepatnya dalam melakukan transaki atau pembayaran costomer seperti transfer memalui atau dan kartu kredit, mengurangi biaya operasional seperti kita sebagai pebisnis tidak perlu membuka took di suatu tempat dengan adanya e-comerce ini kita dapat melakukan semuanya di rumah, kita sebagai pebisnis  bisa memperbaiki hubungan dengan costomer kita sendiri Selain itu manfaat e-comerce tidak hanya dirasakan oleh pebisnis saja tapi juga dirasakan oleh konsumen diantaranya : Manfaat e-comerce bagi konsumen : 1.   Dengan adanya e-comerce maka pelanggan dapat membeli barang yang di butuhkan tanpa Batasan waktu dan dimana pelanggan akan pergi untuk mencari barang tersebut, karena dengan e-comerce ini pelanggan dapat dengan mudah melihat barang dengan menggunakan gadget maupun media elektronik lainnya yang menggunakan jaringan internet semala 24  jam, dimana dan kapanpn pelanggan dapat melakukan transaksi secara mudah. 2.   E-comerce juga memeberikan keuntungan  pada pelanggan dengan memberikan kemudahan pemilihan barang atau membandingkan barang yang pelanggan  butuhkan dengan memberikan banyhak vendor yang diinginkan oleh pelanggan dan waktu yang relative cepat. 3.   Pelanggan juga dapat informasi yang tepat tentang barang yang diinginkan secara tanpa harus bertatap muka dengan si  penjual. 4.   E-comerce dapat memberikan kemudahan kepada pelanggan degan sesama pelanggan untuk bertukar fikiran dan saling memberikan informasi satu sama lain di media elektronik. 5.   Mudahnya persaingan di e-comerce ini maka diskon yang besar akan banyak didapatkan oleh pelanggan. Pada dasarnya dengan mengaplikasikan e-comerce ini dapat meningkatkan kualitas  produk, service kepada pelanggan serta mengurangi harga produksi yang nantinya  berdampak pada pengurangan harga penjualan  barang terhadap konsumen. Ketika pelanggan mendapatkan produk dan service yang terbaik maka produsen berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas produk dan servis terhadap pelanggan serta mengeluarkan ide-ide yang ada sehingga dapat menekan harga  produksi yang mana nantinya akan berdampak  pada harga yang terjangkau terhadap  pelanggan. Jika siklus ini terus menerus dilakukan dengan baik maka tingkat produksi dan kualitas barang akan meningkat beragam service yang diberikan kepada pelanggan akan semakin banyak dan pelanggan akan memilih yang terbaik diantara itu semua. Dan pebisnis  pebisnis awal yang mau melakukan bisnis tidak ragu dalam mengembangkan bisnis yang dia inginkan dengan inovasi yang ia daptkan dan beranggapan bahwa bisa berbisnis dengan modal sekecil apapun. Hambatan dan kendala e-comerce bagi banyarakat Ada banyak hambatan dan kendala ketika e-comerce di implementasikan di Indonesia bisa  berupa teknis dan nonteknis. Ada beberapa hal yang tidak baik dari penerapan e-comerce di Indonesia diantaranya : 1.   Biasanya kebiasaan orang dalam belanja langsung memegang barang yang  palanggan inginkan, dalam hal ini dalam melakuakan transaki pelanggan tidak akan mendapatkan barang yang di inginkan terlebih lagi melainkan menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan barang tersebut dengan menambah pembiayaan biaya  pengiriman terhadap barang yang  pelanggan beli. Berbeda dengan pasar  biasanya jika pelanggan menginginkan sesuatu barang maka barang tersebut langsung didapatkan oleh pelanggan dan
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x