Documents

Implementasi Modul Global Positioning System (Gps) pada Sistem Tracking Bus Rapid Transit (BRT) Lampung Menuju Smart Transportation

Description
ABSTRAK Penelitian ini membahas sistem tracking pada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Bandar Lampung menggunakan modul Global Positioning System (GPS) dengan pengiriman data posisi bus melalui Short Message Service (SMS), yang akan disimpan dan diolah
Categories
Published
of 7
0
Categories
Published
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Share
Transcript
  Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Vol. 14, No. 2, Juni 2017, pp.150 - 156 ISSN 1693-2390 print/ISSN 2407-0939 online   Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin 150 Implementasi Modul Global Positioning System (Gps) pada Sistem Tracking Bus Rapid Transit  (BRT) Lampung Menuju Smart Transportation   Yetti Yuniati 1 , Melvi Ulvan 2 , Mardiyah Azzahra 3   1,2,3 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung Jalan Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145 Email: 1 yetti.yuniati@eng.unila.ac.id,  2 melvi@eng.unila.ac.id,  3 mardiyahazzahra31@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini membahas sistem tracking  pada  Bus Rapid Transit   (BRT)   Trans Bandar Lampung menggunakan modul Global Positioning System (GPS) dengan pengiriman data posisi bus melalui Short  Message Service  (SMS), yang akan disimpan dan diolah oleh data base , sehingga dapat diketahui posisi bus tersebut dan ditampilkan pada suatu aplikasi web Geographic Information System  (GIS). Pengujian sistem tracking  bus terdiri dari pengambilan data pada setiap halte di sepanjang jalan rute Rajabasa  –   Sukaraja dengan memasang modul GPS di dalam bus dan didapatkan hasil toleransi kesalahan sebesar 51.0096 meter, perhitungan kecepatan rata-rata laju bus untuk mengetahui kepadatan lalu lintas kendaraan didapatkan jalan terpadat dari halte Ramayana ke halte Simpur Center serta dari halte Mall Kartini ke halte Telkom (pasar Bambu Kuning) dan waktu kedatangan bus dalam tiga waktu dengan menggunakan data waktu dan koordinat posisi bus yang telah didapatkan dengan hasil waktu terlama pada pukul 15.00 WIB dengan total waktu yang dibutuhkkan dari Rajabasa ke Sukaraja dan kembali lagi ke Rajabasa sebesar 86.2574 menit, serta pengujian tampilan setiap halte di web GIS yang dapat dikunjungi pada halaman web http://webgis.unila.ac.id  ,  berisi informasi yang berkaitan tentang BRT baik itu lokasi halte, jarak antar halte, waktu kedatangan BRT di setiap halte dan kepadatan lalu lintas kendaraan rute Rajabasa  –   Sukaraja. Kata Kunci :  Bus Rapid Transit (BRT), Global Positioning System (GPS), Short Message Service  (SMS), smart transportation, web Geograpich Information System  (GIS)  ABSTRACT This research is to discuss about the tracking system at the Bus Rapid Transit (BRT) Trans Bandar  Lampung using the Global Positioning System (GPS) module with the delivery position data bus via Short  Message Service (SMS), which will be stored and processed with data base, so that we can know the bus  position and display in web application of Geographic Information System (GIS). Testing of bus tracking system consists of data collection at every bus stop and the road Rajabasa - Sukaraja by installing a GPS module in the bus and get the fault tolerance of 51.0096 meters, average speed calculation of bus rate to determine the density of vehicle traffic obtained busiest streets of bus stop Ramayana to bus stop Simpur Center and from the bus stop Mall Kartini to bus stop Telkom (Bambu Kuning market)and bus arrival time in three time using time data and position coordinates buses have been obtained    by the results of the longest time at 15:00 pm by total time from Rajabasa to Sukaraja and back again to Rajabasa of 86.2574 minutess, and testing display of bus stop in GIS web can be seen with the page http://webgis.unila.ac.id, the web page containof information about BRT like the bus stop location, the distance between bus stops, the arrival time of BRT at each bus stop vehicle density and the density of vehicle traffic routes Rajabasa - Sukaraja. Keywords :  Bus Rapid Transit (BRT), Global Positioning System (GPS), Short Message Service (SMS), Smart transportation, web Geoghgrapic Information System (GIS)  Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Vol. 14, No. 2, Juni 2017, pp.150 - 156 ISSN 1693-2390 print/ISSN 2407-0939 online   Copyright © 2017, SITEKIN, ISSN 2407-0939 151 Corresponding Author: Yetti Yuniati, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Lampung Email: yetti.yuniati@eng.unila.ac.id   Pendahuluan Latar Belakang Trans Bandar Lampung   merupakan salah satu transportasi umum  Bus Rapid Transit (BRT) khusus daerah Bandar Lampung dan sekitarnya yang mempunyai beberapa rute yang telah beroperasi salah satunya yaitu rute Rajabasa  –   Sukaraja yang merupakan rute yang cukup panjang tetapi waktu yang diperlukan untuk bus tiba di setiap halte tidak dapat diprediksi. Belum terdapat data informasi yang jelas mengenai waktu kedatangan BRT Trans Lampung tersebut, menyebabkan lebih banyak masyarakat Lampung yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi sehingga menyebabkan beberapa permasalahan, seperti kemacetan pada saat jam-jam sibuk dan pemborosan bahan bakar minyak. Berdasarkan alasan tersebut, maka dibuatlah sistem di mana segala informasi yang berkaitan tentang BRT baik itu waktu kedatangan BRT di setiap halte maupun data trayek BRT yang dapat diakses dengan mudah oleh pengguna BRT. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah :   1.   Mendapatkan data koordinat latitude  dan longitude  pada setiap halte serta posisi bus. 2.   Menghitung jarak dan waktu kedatangan bus berdasarkan data koordinat GPS yang didapat. 3.   Mengetahui kepadatan lalu lintas kendaraan pada jalan rute Rajabasa-Sukaraja. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat mengimplementasikan modul GPS sebagai media untuk mendapatkan data koordinat latitude  dan longitude  sehingga dapat ditelusuri laju bus dan didapatkan sebuah sistem tracking  transportasi yang akan dapat dipetakan yang di dalamnya terdapat informasi halte bus, waktu kedatangan bus dan trafik kepadatan kendaraan pada jalan rute Rajabasa - Sukaraja. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana membangun suatu sistem informasi untuk mengetahui lokasi beberapa halte dan posisi mengenai BRT di Lampung dan mengetahui setiap waktu kedatangan bus di setiap halte. Batasan Masalah Penelitian ini akan dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut: 1.   Rute bus yang digunakan hanya mencakup dari Rajabasa ke Sukaraja.   2.   Menghitung jarak dan waktu kedatangan bus berdasarkan data koordinat GPS.   3.   Proses pengiriman data dari GPS ke data base  menggunakan modul GSM melalui SMS. Tinjauan Pustaka Global Positioning System (GPS)   Global Positioning System  (GPS) adalah sistem navigasi radio berbasis satelit dikembangkan dan dioperasikan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat. Pesawat penerima GPS menggunakan sinyal satelit untuk melakukan triangulasi posisi yang hendak ditentukan dengan cara mengukur lama perjalanan waktu sinyal dikirimkan dari satelit, kemudian mengalikannya dengan kecepatan cahaya (3x10 8  meter/detik) untuk menentukan secara tepat berapa jauh pesawat penerima GPS dari setiap satelit, dengan menggunakan sinyal yang dikirim oleh satelit minimal tiga sinyal dari satelit yang berbeda, pesawat penerima GPS dapat menghitung posisi tetap sebuah titik yaitu posisi lintang ( latitude ) dan bujur bumi ( longitude ). Penggunaan sinyal satelit yang keempat membuat pesawat penerima GPS dapat menghitung posisi ketinggian titik tersebut terhadap rata-rata permukaan laut dan keadaan ini yang ideal untuk melakukan navigasi [8]. Jarak Antara Dua Titik Koordinat  Latitude dan  Longitude   Jarak antara dua titik koordinat latitude  dan longitude  dapat dihitung melalui persamaan berikut [11]. 1.   Radian Sudut Koordinat = (1) 2.   (2) 3.   (3)  Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Vol. 14, No. 2, Juni 2017, pp.150 - 156 ISSN 1693-2390 print/ISSN 2407-0939 online   Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin 152 4.   (4) Perhitungan kecepatan laju bus dilakukan untuk mengetahui estimasi waktu kedatangan bus di setiap halte. (5) (6) Metode penelitian Sistem tracking bus merupakan suatu sistem untuk menelusuri jalannya bus yang telah dipasang modul GPS untuk mengetahui posisi bus tersebut. Gambar 1. Sistem Tracking  Bus Gambar 1 menunjukkan sistem tracking bus, di mana beberapa satelit GPS akan mengirim sinyal-sinyal GPS ke modul GPS yang dipasang di bus (1) dan modul GPS menerima sinyal-sinyal satelit GPS tersebut dan mengolahnya dalam bentuk data waktu dan koordinat latitude dan longitude untuk dikirim ke data base  melalui SMS menggunakan modul GSM (2).  Data base akan menerima setiap data-data koordinat latitude dan longitude posisi bus (3). Uji coba alat tracking  pada bagian bus yang dipasang GPS untuk pengambilan data koordinat posisi setiap halte serta posisi yang dilewati bus, dengan indikator keberhasilan uji coba alat tracking  bus adalah modul GPS dapat menerima data posisi dari satelit dan arduino dapat mengolah data posisi yang didapat dari modul GPS dan mengirimnya ke data base  melalui SMS menggunakan modul GSM. Output yang dihasilkan berupa text message  yang berisi data waktu, serta koordinat latitude dan longitude . Diagram alir sistem tracking  bus ditunjukkan pada Gambar 2. Langkah awal yaitu bus dipasang modul GPS dan GSM, selanjutnya pengujian modul GPS dan GSM. Apabila modul GPS mendapatkan data posisi koordinat latitude dan longitude bus tersebut, maka GPS akan mengirim data posisi koordinat latitude dan longitude bus tersebut ke data base  melalui SMS. Apabila data base  tidak menerima SMS berupa data koordinat latitude  dan longitude  posisi bus, maka akan kembali ke pengujian modul GPS dan GSM. MulaiPengiriman data koordinat posisi latitude  dan longitude dari  modul GSM ke  data base  melalui SMSSelesaiModul GPS dan GSM dipasang di busPengujian modul GPS dan GSMModul GPS   menerima data koordinat latitude  dan longitude posisi bus  Data base  menerima SMS berupa data koordinat latitude  dan longitude  posisi bustidakyatidakya   Gambar 2. Diagram Alir Sistem Tracking Bus Hasil dan Pembahasan Pengujian alat dilakukan untuk mengetahui kinerja alat dapat bekerja dengan baik atau tidak. Indikator keberhasilan dari uji coba alat tracking  bus adalah modul Global Positioning System (GPS) dapat menerima data posisi koordinat dari satelit dan arduino dapat mengolah data posisi koordinat yang didapat dari modul GPS dan mengirimkannya ke data base  melalui Short Message Service (SMS) menggunakan modul GSM.  Output   yang dihasilkan berupa text message  yang berisi data waktu, serta koordinat latitude dan longitude . Pengujian alat yang dilakukan meliputi pengujian modul GPS dan pengiriman data posisi melalui SMS. Metode pengujian ini dapat dilihat pada Gambar 3. Komunikasi serial modul GPS terhubung dengan arduino. Data yang diterima oleh arduino akan dikirim ulang ke laptop melalui komunikasi data serial UART USB. Laptop melihat data tersebut menggunakan serial   monitor dari software Arduino sehingga dapat mengetahui data koordinat latitude dan  longitude yang diterima oleh modul GPS.  Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Vol. 14, No. 2, Juni 2017, pp.150 - 156 ISSN 1693-2390 print/ISSN 2407-0939 online   Copyright © 2017, SITEKIN, ISSN 2407-0939 153 Gambar 3. Komunikasi UART antara Modul GPS, Arduino Serta Laptop Pengujian pengiriman data dari modul GPS ke arduino bertujuan untuk menguji komunikasi data Universal Asynchronous Receiver Transmitter   (UART) Universal Serial Bus  (USB) antara modul GPS dan arduino dengan laptop. Perangkat lunak yang digunakan pada penelitian ini dibuat dengan pemrograman bahasa C untuk program di arduino. Pengujian Modul GSM Pengujian modul GSM bertujuan untuk menguji pengiriman data koordinat latitude dan  longitude posisi bus, yang didapat oleh modul GPS yang telah diproses oleh arduino. Apabila data sudah tersedia, maka arduino akan memerintah modul GSM untuk mengirimkan data tersebut melalui SMS yang berisi waktu serta latitude (lat) dan  longitude  (long). Hasil pengujian modul GSM mengirim SMS ditunjukkan pada Gambar 4. Gambar 4. Hasil Pengiriman Data Waktu dan Koordinat Modul GSM Melalui SMS Pegujian pengambilan data koordinat latitude  dan longitude  di setiap halte rute Rajabasa  –   Sukaraja menggunakan modul GPS dan GSM, yang bertujuan untuk mengetahui jarak antar halte serta estimasi waktu kedatangan bus di setiap halte. Data koordinat latitude  dan longitude  di setiap halte diambil menggunakan modul GPS, setelah itu data dikirim melalui SMS menggunakan modul GSM. Data koordinat latitude  dan longitude  yang didapat dimasukkan menggunakan referensi dari google earth . Apabila cocok dengan posisi halte yang ditampilkan maka data diambil, jika tidak maka dilakukan ulang pengambilan data. Hasil pengujian pengambilan data koordinat latitude  dan longitude  ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Pengujian Pengambilan Data Koordinat  Latitude  dan  Longitude  di Setiap Halte Rute Rajabasa  –   Sukaraja. Hasil pengujian pengambilan data koordinat latitude  dan longitude  di setiap halte rute Rajabasa  –   Sukaraja menunjukkan nilai latitude  sebesar -5 0  lintang selatan dan nilai longitude  sebesar 105 0  bujur timur, hal ini sesuai dengan   letak geografis wilayah Bandar Lampung dengan toleransi kesalahan sebesar 51,0093 meter. Tabel 2 menunjukkan hasil perhitungan jarak antar halte serta rata-rata kecepatan laju bus melalui perhitungan-persamaan (1) hingga (5).  Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Vol. 14, No. 2, Juni 2017, pp.150 - 156 ISSN 1693-2390 print/ISSN 2407-0939 online   Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin 154 Tabel 2. Hasil Perhitungan Jarak Antar Halte Rute Rajabasa  –   Sukaraja Hasil perhitungan rata  –   rata kecepatan laju bus didapatkan dari hasil perhitungan jarak antar halte (data Tabel 2) dibagi dengan waktu tiba bus di setiap halte menggunakan Persamaan (5), sehingga dapat digambarkan grafik kepadatan lalu lintas kendaraan rute Rajabasa  –   Sukaraja dalam tiga waktu seperti ditunjukkan pada Gambar 5, 6 dan 7, dengan asumsi bahwa supir bus mengikuti kecepatan kepadatan lalu lintas kendaraan lain. Gambar 5. Kepadatan Lalu Lintas Kendaraan Rute Rajabasa - Sukaraja Pukul 07.00 WIB Gambar 6. Kepadatan Lalu Lintas Kendaraan Rute Rajabasa - Sukaraja Pukul 12.00 WIB Gambar 7. Kepadatan Lalu Lintas Kendaraan Rute Rajabasa - Sukaraja Pukul 15.00 WIB Trafik kendaraan terpadat rute Rajabasa - Sukaraja pada pukul 07.00 WIB dan pukul 12.00 WIB yaitu dari halte Mall Kartini ke halte Telkom Bambu Kuning dengan kecepatan rata-rata 2.374 meter per detik dan 2.953 meter per detik, dan pada pukul 15.00 WIB dari halte Ramayana ke halte Simpur Center dengan kecepatan rata-rata 2.293 meter per detik. Estimasi waktu kedatangan bus di setiap halte rute Rajabasa  –   Sukaraja pada saat pukul 15.00 WIB yang merupakan waktu terlama dibandingkan saat pukul 07.00 WIB dan pukul 12.00 WIB menggunakan Persamaan (6) ditunjukkan pada Tabel 3.
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x