Self-Help

Checked - BAB III tesya fix

Description
Checked - BAB III tesya fix
Categories
Published
of 24
2
Categories
Published
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  Laporan Kerja Praktek PT Semen Padang Unit Produksi Semen Indarung VI08 Juli 2019 s.d. 16 Agustus 2019 BAB IIITINJAUAN PUSTAKA3.1.Semen3.1.1.Sejarah Semen Dewasa ini perkembangan peradaban manusia khususnya dalam hal bangunansangat pesat, ketika mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyangmerekatkan batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau bahan lainnya. Alhasil, berdirilah banguna fenomenal seperti Candi Borobudur atauCandi Prambanan di Indonesia ataupun jembatan di China yang menurut legendamenggunakan ketan sebagai perekat ataupun menggunakan aspal alam sebagaimana peradaban di Mahenjo Daro dan Harappa di India ataupn bangunan kuno yangdijumpai di Pulau Buton. Benar atau tidak, cerita, legenda tadi menunjukandikenalnya fungsi semen sejak zaman dahulu sebelum mencapai bentuk sepertisekarang.Pertama kali semen ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya diPozzuoli, dekat Napoli, Italia.Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana. Meski sempat populer di zamannya, nenek moyang semen made in Napoli ini tak berumur panjang.Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100-1500m) resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peradaban.Baru abad ke-18(ada juga sumber yang menyebut sekitar tahun 1700-an M), John Smeaton-insinyur asal Inggris- menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa ini.Diamembuat adonan dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saatmembangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris. Ironisnya, bukan Smeaton yang akhirnya mematenkan proses pembuatan cikal bakal semen ini.Adalah Joseph Aspdin, juga insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 mengurushak paten ramuan yang kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat PulauPortland, Inggris.Hasil rekayasa Aspidin inilah yang sekarang banyak dipajang di 20  Laporan Kerja Praktek PT Semen Padang Unit Produksi Semen Indarung VI08 Juli 2019 s.d. 16 Agustus 2019toko-toko bangunan. Sebenarnya, adonan Aspidin tak beda jauh dengan Smeaton. Diatetap mengandalkan dua bahan utama, batu kapur (kaya akan kalsium karbonat) dantanah lempung yang banyak mengandung silika (sejenis mineral berbentuk pasir),alumunium oksida (alumina) serta oksida besi. Bahan-bahan itu kemudian dihaluskandan dipanaskan pada suhu tinggi sampai terbentuk campuran baru. 3.1.2.Pengertian Semen Semen merupakan hasil industri dari bahan baku batu kapur sebagai bahanutama dan tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk yang mengeras atau membantu pada pencampuran dengan air.Semen berasal dari kata “cementum” yang artinya perekat atau binder (pengikat).Bahan perekat tersebut diperoleh dari batu kapur serbuk yang digunakansebagai mortar (bahan adukan).Senyawa-senyawa yang terkandung di dalam semendapat bereaksi dengan air membentuk zat baru yang kuat dan kompak.Oksida silikayang terdapat didalam komponen semen memberikan kekuatan dalam pemakaiannya.Batu Kapur adalah bahan alam yang mengandung senyawa oksida (CaO),sedangkan tanah liat adalah bahan alam yang mengandung senyawa silica oksida(SiO), Alumunium Oksida (Al 2 O 3 ), besi oksida (Fe 2 O 3 ) dan magnesium oksida(MgO). Untuk menghasilkan produk semen, bahan baku tersebut dibakar hinggameleleh, sebagian untuk membentuk clinker-nya, yang kemudian dihancurkan danditambah dengan gypsum dalam jumlah yang sesuai. Hasil akhir dari proses produksidikemas dalam kantong/zak dengan berat rata-rata 40 kg atau 50 kg.Secara umum, semen merupakan sejumlah bahan dengan sifatadesif.Campuran bahan semen mempunyai kualitas adesif yang kuat jika dicampur dengan air, yang disebut juga sifat hidrolisis. Berikut sifat perekat semen :1.Dapat mengeras apabila bercampur dengan air 2.Tidak larut dalam air 3.Plastis sementara, apabila dicampur air 4.Melepaskan panas, apabila bercampur air  21  Laporan Kerja Praktek PT Semen Padang Unit Produksi Semen Indarung VI08 Juli 2019 s.d. 16 Agustus 20195.Dapat melekatkan batuan apabila dicampur air (bersifat sedimentasi)Semen hidrolis diproduksi melalui proses dan perbandingan bahan bakutertentu. Bahan baku semen di  grinding  , dicampur, dan dibakar untuk menghasilkan butiran keras yang disebut klinker. Selanjutnya ditambahkan komponen tertentuuntuk menghasilkan semen  portland  .Semen  portland   umumnya terdiri dari empatkomponen penyusun. Dua komponen utama yaitu trikalsium silikat dan dikalsiumsilikat. Oleh karena itu bahan baku utama semen adalah bahan yang kaya dengankalsium (seperti batu kapur, gamping, marmalade , atau tiram) dan bahan yang kayadengan silika (seperti tanah liat atau serpihan silika). Dua komponen penyusunlainnyaadalah trikalsium aluminat dan fasa ferrite. Selain itu juga ditambahkan sedikitkalsium sulfat dalam bentuk  gypsum  pada proses pengeringanuntuk mengontrol  setting time  (waktu pengikatan) dan meningkatkan kekuatan semen.Komponen penyusun semen berubah menjadi senyawa komplek saat melewatisistem kiln  yang mengalami perubahan kimia dan fisika. Secara kimia burnability (kemudahan terbakar) bahan baku merupakan aspek yang paling berpengaruh.  Burnability  ditentukan oleh jumlah  free lime (CaO bebas), senyawa besi, dan alumina bahan baku. Sedangkan proses fisika yang terjadi adalah proses pembentukan nodule (butiran) klinker. Reaksi yang terjadi di dalam kiln  adalah:1.Penguapan air bebas 2.Pembebasan air yang terikat pada tanah liat3.Dekomposisi magnesium karbonat4.Dekomposisi kalsium karbonat atau proses kalsinasi5.Kombinasi oksida-oksida lime  dan tanah liat, besi, dan alumina. Reaksi initerjadi pada suhu tinggi di akhir kiln Klinker (material keluaran kiln ) terdiri dari sejumlah komponen yangmembentuk fasa  solid solution  (campuran fasa padat). Fasa yang dapat terbentuk  pada klinker semen  portland  antara lain terlihat dalam Tabel 3.1. Tabel 3.1. Fasa Klinker Semen  Portland  22  Laporan Kerja Praktek PT Semen Padang Unit Produksi Semen Indarung VI08 Juli 2019 s.d. 16 Agustus 2019 Nama FasaNama KimiaNotasi  Free lime Calcium OksidaC  Periscale  (magnesia)Magnesium OksidaM  Alite Tricalcium SilikatC 3 S  Betite Dicalcium SilikatC 2 SC3ATricalcium OksidaC 3 A  Ferrite Tetracalcium AluminoferriteDicalcium FerriteC 4 AFC 2 F  Mayenite 12-Calcium 7-AluminatC 12 A 7 Geblenit  Anhydrite Kalsium sulfoaluminatDicalcium Aluminno MonosilikatCalcium SilikatTetracalcium Trialuminat MonosilikatC 2 ASCSC 2 A 3 SKarakteristik fasa  solid solution  pada klinker semen  portland   terlihat dalamTabel 3.2 Tabel 3.2.  Karakteristik Fasa Solid Solution Klinker Semen  Portland  Nama FasaSistem KristalDensitas  AliteTriclinic MonoclinicTriagonal  3.14 – 3.25  Betite Hexagonal  Arthurhombic MonoclinicOrthorhombic 3.043.43.282.97C 3 A Cubic MonoclinicOrthorhombic 3.04  FerriteOrthorhombic 3.74 – 3.77  Free limeCubic 3.08 – 3.32  MagnesiaCubic 3.58 23  Laporan Kerja Praktek PT Semen Padang Unit Produksi Semen Indarung VI08 Juli 2019 s.d. 16 Agustus 2019 3.2.Sifat Fisika Semen 1.Kepadatan (  Density )Berat jenis semen yang disyaratkan oleh ASTM adalah 3,15 Mg/m 3 . Padakenyataannya, berat jenis semen yang diproduksi berkisar antara 3.05 Mg/m 3  sampai3.25 Mg/m 3 . Variasi ini akan berpengaruh pada proporsi campuran semen dalamcampuran. Pengujian berat jenis dapat dilakukan menggunakan Le Cliatelier Flask menurut standar ASTM C-188.2.Kehalusan Butir Kehalusan butir semen mempengaruhi proses hidrasi. Waktu pengikatan(setting time) menjadi semakin lama jika butir semen lebih kasar.Kehalusan penggilingan butir semen dinamakan penampang spesifik yaitu luas butir permukaansemen. Jika permukaan penampang semen lebih besar, semen akan memperbesar  bidang kontak dengan air. Semakin halus butiran semen, proses hidrasinya semakincepat, sehingga kekuatan awal tinggi dan kekuatan akhir akan berkurang. Namun jika semen terlalu halus,  setting time  menjadi turun menyebabkanDrying shrinkage dan mengakibatkan keretakan beton. Selain itu, akan memudahkan penyerapan air dan CO 2  oleh karena itu ukuran partikel dijaga pada nilai blaine 3.200cm 2 /gr Kehalusan butir semen yang tinggi dapat mengurangi terjadinya bleeding ataunaiknya air ke permukaan, tetapi menambah kecenderungan beton untuk menyusutlebih banyak dan mempermudah terjadinya retak susut. Menurut ASTM, butir semenyang lewat ayakan No. 200 harus lebih besar dari 78%. Untuk mengukur kehalusan butir semen digunakan “Turbidimeter” dari Wagner atau “Air Permeability” dariBlaine.3.Waktu Pengikat (Setting Time)Waktu ikat adalah waktu yang diperlukan semen untuk mengeras, terhitungdari mulai bereaksi dengan air dan menjadi pasta semen hingga pasta semen cukupkaku untuk menahan tekanan. Waktu ikat semen dibedakan menjadi dua: 24
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x